Tugas Akhir · Teknologi Metalurgi
STUDI PENGARUH VARIASI UKURAN DAN PENGGUNAAN FILBLAST REACTOR PADA PROSES PELINDIAN BIJIH EMAS SULFIDA TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS DAN PERAK
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh-pengaruh pada proses pelindian agitasi sianidasi bijih emas sulfida. Kehadiran mineral sulfida dalam bijih emas dapat mempengaruhi efisiensi ekstraksi emas, karena mineral sulfida berikatan dengan emas seperti pirit (FeS2), arsenopirit (FeAsS), kalkopirit (CuFeS2), galena (PbS), spalerit (ZnS), dan mineral lainnya yang dapat menyerap sianida dari larutan sehingga mengurangi jumlah emas yang dapat diekstraksi. Kondisi-kondisi ini memerlukan metode ekstraksi yang kompleks seperti penggilingan ultra halus (ultrafine grinding/UFG) dan pra-oksidasi bertekanan menggunakan filblast reactor. Filblast reactor mampu meningkatkan ekstraksi emas Au dan Ag dengan lebih efektif dibandingkan metode konvensional, mampu meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dalam slurry, yang merupakan faktor kritis dalam proses pelindian emas. Dengan peningkatan efisiensi oksigenasi dan pencampuran, Filblast reactor dapat mengurangi konsumsi reagen seperti sianida (NaCN) dan oksigen Filblast reactor juga mampu menciptakan kondisi shear yang tinggi dan pencampuran intensif, yang mempercepat kinetika pelindian. Ini berarti emas dapat diekstraksi lebih cepat, mengurangi waktu proses secara keseluruhan. Pada penelitian ini menerapkan beberapa variasi percobaan untuk meningkatkan persen ekstraksi emas dan perak menggunakan metode pelindian agitasi, yaitu menerapkan tiga variasi ukuran partikel yang terdiri dari P80 106um, P80 75um, dan P80 38um serta perlakuan pra-oksidasi bertekanan menggunakan filblast reactor. Berdasarkan hasil percobaan, pengaruh ukuran partikel dapat meningkatkan ekstraksi Au dan Ag pada teknik pelindian agitasi konvensional dengan ukuran P80 106um memiliki nilai persen ekstraksi Au dan Ag berturut-turut sebesar 71,4% dan 67,4% dengan konsumsi sianida sebanyak 1,84Kg/t, kemudian pada ukuran P80 75um nilai persen ekstraksi Au dan Ag sebesar 71,5% dan 72,2% dengan konsumsi sianida sebanyak 10,90Kg/t, begitu pula untuk nilai persen ekstraksi Au dan Ag pada ukuran P80 38um sebesar 73,6% dan 76,2% dengan konsumsi sianida sebesar 1,81Kg/t. Hasil percobaan berikutnya yaitu pengaruh pra-oksidasi bertekanan dengan teknik pelindian agitasi filblast reactor memiliki pengaruh terhadap ekstraksi emas dan perak jika dibandingkan dengan teknik pelindian agitasi konvensional. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa pada ukuran P80 106um memiliki nilai persen ekstraksi Au dan Ag berturut-turut sebesar 70,2% dan 68,3% dengan konsumsi sianida sebanyak 2,27Kg/t, sementara pada ukuran P80 75um memiliki nilai persen ekstraksi Au dan Ag sebesar 75,6% dan 72,2% dengan konsumsi sianida sebesar 1,72Kg/t, begitu pula untuk nilai persen ekstraksi Au dan Ag pada ukuran P80 38um sebesar 75,2% dan 70,8% dengan konsumsi sianida 2,01Kg/t.
Kata kunci Metalurgi Agitasi Sianidasi Bijih Emas Sulfida
Berkas
Belum ada berkas yang diunggah.
Karya terkait
-
2024
STUDI PENINGKATAN REKOVERI EMAS PADA CADANGAN MINERAL SULFIDA DENGAN MENGGUNAKAN PROSES FLOTASI SKALA LABORATORIUM DI PT AGINCOURT RESOURCES
Teknologi Metalurgi Ahmad Shiddiq Tugas Akhir
-
2024
PENGARUH KUAT TEKAN BATUAN SHALE TERHADAP PENENTUAN TIPE CRUSHER YANG OPTIMAL BERDASARKAN DISTRIBUSI FRAKSI UKURAN (P80) DI PT SOLUSI BANGUN INDONESIA PLANT NAROGONG KABUPATEN BOGOR
Teknologi Metalurgi Althaf Alfaradzi Tugas Akhir
-
2024
PENGARUH JUMLAH UMPAN BATUBARA PADA BURNER TERHADAP SUHU BADAN ROTARY KILN DALAM PELEBURAN NICKEL PIG IRON DI SMELTER H PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK
Teknologi Metalurgi Fahri Septiandi Tugas Akhir