Tugas Akhir · Teknologi Metalurgi
GRADING ANALYSIS BIJIH SKARN HASIL PROSES SHAKING TABLE PADA PT TIMAH Tbk UNIT BATU BESI BELITUNG
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi untuk melihat pengaruh dari distribusi fraksi ukuran partikel dan distribusi kandungan timah (Sn) pada umpan (feed) shaking table dan hasil proses shaking table yaitu konsentrat, middling dan tailing. Salah satu upaya untuk meningkatkan kadar Sn pada produk shaking table adalah dengan mengetahui distribusi kandungan timah (Sn) sehingga diketahui paramater operasi pada shaking table yang optimal seperti pengaturan panjang pukulan, kemiringan meja dan kecepatan aliran air agar material terdistribusi dengan baik di atas meja dan tidak hilang (losses) ke tailing. Proses ini diawali dengan preparasi bijih timah berupa kominusi dengan menggunakan proses crushing dan milling. Setelah bijih di kominusi, langkah selanjutnya adalah melakukan proses pemisahan mineral berdasarkan konsentrasi gravitasi dengan menggunakan meja goyang atau shaking table. Hasil dari proses konsentrasi gravitasi menggunakan meja goyang berupa konsentrat, middling dan tailing kemudian dikumpulkan dan dikeringkan menggunakan oven. Setelah kering, konsentrat, middling dan tailing masing-masing dilakukan proses grading analysis di laboratorium. Analisis dilakukan dengan menggunakan X-Ray Fluoresence (XRF) sehingga didapatkan kadar timah (Sn) tiap fraksi ukurannya. Hasil penelitian didapatkan pada umpan shaking table data hasil kadar timah tertinggi didapatkan pada fraksi ukuran -230 mesh (-63 mikron) yaitu sebesar 1,47% Sn. Sedangkan distribusi timah (Sn) terbesar diperoleh pada fraksi ukuran -140+200 # yaitu sebesar 36,36% dengan kadar Sn sebesar 1,14% atau sebanyak 1,23 gram Sn. Pada konsentrat proses shaking table kadar timah dan distribusi timah tertinggi diperoleh pada ukuran -230 mesh (-63 mikron) yaitu sebesar 20,92% Sn untuk kadar dan 38,31% untuk distribusi timah. Pada middling proses shaking table diperoleh kadar timah dan distribusi timah tertinggi pada ukuran -230 mesh (-63 mikron) yaitu sebesar 1,13% Sn untuk kadar timah dan 31,98% untuk distribusi timah. Sedangkan pada tailing, didapatkan bahwa kadar timah tertinggi berada pada ukuran -230 mesh (-63 mikron) yaitu sebesar 1,32% Sn dengan distribusi timah (Sn) terbesar diperoleh pada fraksi ukuran -70+100 mesh yaitu sebesar sebesar 19,18% dengan kadar Sn sebesar 0,74% atau sebanyak 0,46 gram Sn.
Kata kunci teknologi metalurgi
Berkas
Belum ada berkas yang diunggah.
Karya terkait
-
2022
ANALISIS KARAKTERISASI BIJIH EMAS MENGGUNAKAN METODE GOLD DEPORTMENT DI PT SUCOFINDO
Teknologi Metalurgi Aditya Meilany Histy Tugas Akhir
-
2022
ANALISIS LAJU AERASI DAN WAKTU PELINDIAN TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS PADA PROSES PELINDIAN EMAS MENGGUNAKAN TANGKI FLOTASI DENGAN METODE SIANIDASI
Teknologi Metalurgi Annisa Chitra Alviana Tugas Akhir
-
2022
ROOT CAUSE ANALYSIS TIDAK BEROPERASINYA ROTARY KILN DI PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK
Teknologi Metalurgi Aqil Syauqi Tugas Akhir