Lompat ke isi
Repositori PEPB Perpustakaan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEPB)

Tugas Akhir · Teknologi Metalurgi

ANALISIS KARAKTERISTIK BIJIH PT X DAN OPTIMASI PEROLEHAN EMAS DENGAN METODE PELINDIAN SINIDASI

Attar Zidan Mahendra

Terbit 2024·12

Abstrak

Ekstraksi emas adalah proses penting dalam industri pertambangan, karena emas adalah logam yang bernilai tinggi dan sangat dicari. Sebuah studi mineralogi dan karakteristik terperinci dari bijih emas refraktori dari PT XYZ telah dilakukan. Komponen utama dari bijih refraktori adalah mineral silikat, karbonat, oksida, karbon, dan sulfida. Karena bijih refraktori mengandung kontaminan yang mempengaruhi pemulihan emas, proses pre-treatment diperlukan sebelum pemrosesan untuk memaksimalkan perolehan emas. Untuk memaksimalkan persentase perolehan emas, jenis bijih refraktori dalam studi ini akan dilakukan teknik pre-reatment yang disebut roasting, yang bertujuan untuk mengurangi kandungan sulfur, dekomposisi karbon, dan mengubah porositas bijih. Metode hidrometalurgi untuk mengekstraksi emas yang digunakan dalam penelitian ini adalah sianidasi, teknik ini dipilih karena merupakan cara paling efisien secara teknologi di sektor pertambangan hingga saat ini. Lima bijih digunakan dalam penelitian ini yaitu A, B, C, D, dan E yang diperoleh dari PT XYZ di Indonesia dengan komposisi mineralogi yang berbeda-beda. Berdasarkan pengujian laboratorium dan eksperimen menggunakan XRD, XRF, ICP, LECO & DLT (Diagnostic Leach Test), disimpulkan bahwa sampel A termasuk bijih free milling & preg-robbing dengan persentase ekstraksi Au 95%. Namun, sampel B, C, D, dan E adalah bijih jenis refraktori, yang perlu di roasting sebelum diproses. Sampel B memiliki persentase ekstraksi emas tertinggi (89%) pada bijih jenis refraktori setelah dilakukan roasting dan pelindian.

Kata kunci Bijih Refraktori Bijih Carbonaceous Sianidasi Roasting

Berkas

Belum ada berkas yang diunggah.

  1. 2024