Tugas Akhir · Teknologi Geologi
ANALISIS KESTABILAN LERENG HIGHWALL DESAIN LIFE OF MINE (LOM) PIT 302 DENGAN METODE MORGENSTERN-PRICE DAN KRITERIA KERUNTUHAN GENERALIZED HOEK-BROWN PT PAMAPERSADA NUSANTARA JOBSITE BAYA KALIMANTAN TIMUR
Abstrak
Area penelitian difokuskan di area lereng highwall karena ditemukannya indikasi ketidakstabilan berupa rontokan litologi sandstone pada lereng final Life of Mine (LoM) yang diduga dipicu kombinasi parameter geoteknik yang belum akurat dan rembesan air (seepage) pada floor seam 34. Maka dari itu perlu dilakukannya analisis kestabilan lereng untuk menghitung nilai Faktor Keamanan (FK) berdasarkan KEPMEN ESDM No.1827 K/30/MEM/2018 dengan jenis lereng overall slope dan Faktor Keamanan (FK) statis. Penelitian ini dilakukan di PT
Pamapersada Nusantara Jobsite Baya yang berlokasi di Desa Bhuana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. PT Pamapersada Nusantara merupakan kontraktor perusahaan pertambangan yang menggunakan sistem tambang terbuka. Metode yang
digunakan untuk analisis kestabilan lereng merupakan Metode Kesetimbangan Batas Morgenstern-Price dengan kriteria keruntuhan Generalized Hoek-Brown.
Analisis dilakukan terhadap 5 penampang (section) yang terdiri dari sectionA-A’, B-B’, C-C’, D-D’ dan E-E’ dengan model lereng yang dianalisis adalah lereng highwall yang memiliki litologi penyusun lereng berupa sandstone, claystone, coal dan siltstone. Kondisi muka air tanah pada penelitian ini ditetapkan
pada elevasi ¾ tinggi lereng yang mengacu kepada ketentuan dari pihak perusahaan. Analisis Faktor Keamanan (FK) dilakukan terhadap dua model penampang yaitu penampang model awal yang menggunakan data awal dari perusahaan dan model penampang aktual dari hasil surface mapping.
Nilai GSI diperoleh berdasarkan hasil perhitungan pada area lereng highwall serta masing-masing litologi yang terdapat pada setiap lapisan interburden (IB). Pada IB seam 36 tersusun atas material claystone nilai GSI 67 dengan klasifikasi kondisi massa batuan “baik”. Pada IB seam 38 terdiri atas batulempung (claystone), nilai GSI 60 dan termasuk dalam klasifikasi “baik”. Pada IB seam 40, terdapat beberapa jenis litologi, antara lain batulempung (claystone) dengan nilai GSI 64 dan diklasifikasikan sebagai “baik”, serta batupasir (sandstone) dengan nilai GSI sebesar 48 yang tergolong dalam klasifikasi “sedang”. Sementara itu, pada IB seam 41 yang didominasi oleh batulanau (siltstone), nilai GSI yang diperoleh adalah 58 dengan klasifikasi “baik”. Untuk material batubara (coal), nilai GSI 40 dan masuk dalam kategori “sedang”. Berdasarkan hasil perhitungan nilai Faktor
Keamanan (FK) didapatkan hasil analisis pada penampang model awal memiliki nilai Faktor Keamanan (FK) aman atau stabil karena FK ≥ 1.3. Namun pada model desain aktual terdapat beberapa area yang memiliki nilai Faktor Keamanan (FK) tidak aman yaitu pada penampang (section) A-A’ dan C-C’ yang memiliki nilai.
Faktor Keamanan (FK) < 1.3. Rekomendasi yang diberikan berupa penyesuaian geometri lereng pada bagian bench sehingga didapatkan nilai Faktor Keamanan (FK) untuk penampan 9section) A-A ' adalah 1.365 dan untuk menampang (section) C-C ' adalah 1.306.
Kata kunci teknologi geologi geological strength index
Berkas
Belum ada berkas yang diunggah.
Karya terkait
-
2022
ESTIMASI SUMBERDAYA MINERAL TIMAH ALUVIAL DENGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW) DI AREA PIT ‘X’, DESA MAPUR, KABUPATEN BANGKA, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Teknologi Geologi Airi Rinjani Fatimah Hari Tugas Akhir
-
2022
STUDI PEMODELAN KANDUNGAN SULFUR, ABU DAN KALORI PADA BATUBARA SEAM 4470 DAN 4900 DI BLOK 23 DAN 24 PT. TRUBAINDO COAL MINING KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR
Teknologi Geologi Alvi M. Rerizki Tugas Akhir
-
2022
SIFAT FISIK DAN MEKANIKA BATUGAMPING FORMASI RAJAMANDALA, DI DAERAH TAMBANG PT AKARNA MARINDO, DESA CIPATAT, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Teknologi Geologi Bima Krisna Komsu Tugas Akhir