Tugas Akhir · Teknologi Pertambangan
PERENCANAAN DESAIN LIME MIXING PLANT UNTUK PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DI KPL AL 01 PT BUKIT ASAM Tbk
Abstrak
Lokasi penelitian berada di Kolam Pengendap Lumpur (KPL) AL 01 milik PT Bukit Asam Tbk. Dalam proses produksinya PT Bukit Asam Tbk menghasilkan limbah, salah satunya berupa limbah cair yakni air asam tambang. Pengendalian dan pengelolaan air asam tambang di PT Bukit Asam Tbk menggunakan proses active treatment dimana menggunakan kapur tohor (CaO) sebagai penetral pH air asam yang dihasilkan. Di lapangan proses pengapuran masih dilakukan secara manual yang masih memilki beberapa kekurangan, oleh karena itu untuk memaksimalkan proses pengapuran tersebut maka dirancang pengaduk otomatis berupa Lime Mixing Plant yang diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan kapur tohor sebagai penetral air asam tambang pada KPL AL 01 PT Bukit Asam Tbk. Perhitungan dosis optimum kapur tohor yang digunakan menggunakan metode jar test. Jar test dilakukan untuk mendapatkan dosis optimum dari kapur tohor agar penggunaannya berfungsi secara optimal saat digunakan dilapangan. Dari hasil pengujian di Laboratorium air dan perhitungan, diperoleh dosis optimum kapur tohor yakni 0,0712 gr/liter untuk menetralkan air asam tambang di KPL AL 01. Dari dosis optimum ini dapat dihitung kebutuhan penggunaan kapur tohor. Kebutuhan kapur tohor selama satu jam yaitu sebanyak 46,17 kg, kebutuhan selama satu hari yaitu 1.108,08 kg dan kebutuhan kapur tohor selama sebulan sebesar 33.324,4 kg atau 33,24 ton. Penggunaan kapur tohor dari hasil perhitungan lebih hemat dibandingkan penggunaan kapur tohor yang direncanakan. Dalam perencanaan penggunaan kapur tohor dalam sebulan sebanyak 37,5 ton. Setelah dihitung kebutuhan kapur maka dapat dihitung biaya penggunaan kapur tohor. Biaya penggunaan kapur tohor selama satu jam yaitu Rp50.787,00 biaya dalam satu hari yaitu Rp1.218.888,00 dan biaya dalam satu bulan bulan sebesar Rp 36.566.640,00. Perencanaan penempatan Lime Mixing Plant ini yakni ditempatkan diantara kompartemen 2 dan kompartemen 3. Penempatan ini dipilih karena pada KPL AL 01 memiliki 2 jalur masuk air (inlet) yang berasal dari mine sump TAL Timur dan limpasan dari stockpile 1 yang kemudian akan bertemu dan sama-sama masuk ke dalam kompartemen 1. Lime Mixing Plant didesain untuk menampung volume air sebesar 18,468 m3, dengan kebutuhan kapur tohor sebanyak 184,68 kg. Pembuatan larutan dilakukan selama 4 jam sekali. Desain yang direncanakan berdiameter 2,86 meter, tinggi 2,86 meter, diameter baling penganduk 0,72 meter, lebar daun pengaduk sebesar 0,18 meter, panjang daun pengaduk sebesar 0,57 meter, dan tinggi pengaduk dari dasar sejauh 0,86 meter.
Kata kunci teknologi pertambangan drainase pertambangan
Berkas
Belum ada berkas yang diunggah.
Karya terkait
-
2022
EVALUASI FAKTOR KESERASIAN ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT TERHADAP PRODUKTIVITAS PEMINDAHAN BATUBARA PADA PIT SAMURANGAU D (SM – D) PT KIDECO JAYA AGUNG KALIMANTAN TIMUR
Teknologi Pertambangan Abimanyu Mahardhika Tugas Akhir
-
2022
ANALISIS PENGARUH GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI BATUGAMPING HASIL PELEDAKAN DI PT AKARNA MARINDO, DESA CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARAT
Teknologi Pertambangan Achmad Parobi Tugas Akhir
-
2022
EVALUASI REVEGETASI DALAM KEGIATAN REKLAMASI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH AIR JANGKANG 2 PT TIMAH Tbk KABUPATEN BANGKA
Teknologi Pertambangan Ahmad Mujahid Tugas Akhir