Tugas Akhir · Teknologi Geologi
ESTIMASI SUMBER DAYA BAUKSIT MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING DENGAN STUDI PENDAHULUAN PETROGRAFI BATUAN INDUK DI PT X, KALIMANTAN BARAT
Abstrak
Estimasi sumberdaya mineral sangat penting dalam pertambangan khususnya dalam menentukan target produksi, design pit tambang, dan keputusan dalam investasi. Bauksit adalah bijih utama alumina yang memiliki kadar besi dan kuarsa. Endapan bauksit di Indonesia banyak tersebar di Kalimantan Barat sehingga eskplorasi detail banyak dilakukan. Objek pada penelitian ini ialah penerapan teknik estimasi yaitu ordinary kriging dalam melakukan estimasi sumberdaya endapan bauksit. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data eksplorasi detail dengan 212 titik testpit. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui litologi pembentuk endapan bauksit, mengetahui sebaran kadar, dan mendapatkan hasil estimasi bauksit laterit di lokasi penelitian. Dalam mengetahui jenis litologi maka penelitian ini melakukan analisis petrografi pada 4 sampel batuan dengan karakteristik berbeda. Dari penelitian ini didapatkan bahwa litologi pembentuk bauksit antara lain tonalit, diorit dan granit. Karakteristik yang didapatkan pada lokasi ini ialah Kaolinitic bauxite yang merupakan bauksit dengan silika yang tinggi. Hal ini dapat dikaitkan dengan batuan yang telah dilakukan analisis petrografi yaitu yang memililki kandungan plagioklas dan juga kuarsa yang tinggi. Sehingga di lokasi penelitian, litologi pembentuk endapan bauksit dapat berasal dari batuan granodiorit-tonalit. Untuk melakukan estimasi sumber daya maka dibuat variogram pada masing-masing kadar dan kemudian dilakukan validasi estimasi. Sehingga didapatkan Hasil estimasi berdasarkan COG Al2O3 >35%, RSiO2 <8%, dan TSiO2 ≤30% sebesar 1.491.992 ton unwashed bauxite dan 722.720 ton washed bauxite. Berdasarkan klasifikasi Al2O3 maka total unwashed bauxite sebesar 2.223.092 ton sedangkan total washed bauxite sebesar 928.635 ton. Hasil estimasi sumber daya berdasarkan asumsi cutoff grade yaitu Al2O3 >35%, RSiO2 <8%, dan TSiO2 ≤30% sebesar 1.491.992 ton. Hasil estimasi sumber daya tereka ialah 303.391 ton, sumber daya tertunjuk sebesar 1.136.421 ton, dan sumber daya terukur ialah 457.563 ton. Dari penelitian ini, perlu diperhatikan variogram yang sesuai dan ukuran blok model karena mempengaruhi hasil tonase.
Kata kunci teknologi geologi petrografi
Berkas
Belum ada berkas yang diunggah.
Karya terkait
-
2022
ESTIMASI SUMBERDAYA MINERAL TIMAH ALUVIAL DENGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW) DI AREA PIT ‘X’, DESA MAPUR, KABUPATEN BANGKA, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Teknologi Geologi Airi Rinjani Fatimah Hari Tugas Akhir
-
2022
STUDI PEMODELAN KANDUNGAN SULFUR, ABU DAN KALORI PADA BATUBARA SEAM 4470 DAN 4900 DI BLOK 23 DAN 24 PT. TRUBAINDO COAL MINING KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR
Teknologi Geologi Alvi M. Rerizki Tugas Akhir
-
2022
SIFAT FISIK DAN MEKANIKA BATUGAMPING FORMASI RAJAMANDALA, DI DAERAH TAMBANG PT AKARNA MARINDO, DESA CIPATAT, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Teknologi Geologi Bima Krisna Komsu Tugas Akhir