Tugas Akhir · Teknologi Metalurgi
PENGARUH JUMLAH BIJIH DAN SERBUK BATUBARA TERHADAP SUHU KALSIN DI ROTARY KILN PADA SMELTER H PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK (PT IWIP)
Abstrak
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) mengolah nikel dengan menggunakan teknologi pirometalurgi dengan menggunakan alat Rotary Kiln- electric furnace untuk menghasilkan feronikel dan nickel matte. Proses rotary kiln- electric furnace (RKEF) merupakan rute utama untuk produksi feronikel dari bijih dalam rotary dryer, kalsinasi ̧dan reduksi dalam rotary kiln berbahan bakar, dan peleburan dalam electric furnace. Proses kalsinasi bijih dilakukan pada rotary kiln dengan menggunakan suhu 700oC – 1300oC dengan menggunakan bahan bakar seperti batubara, solar (minyak) dan gas alam.
Proses kalsinasi merupakan tahap lanjutan dari proses pengeringan rotary dryer pada alat tanur reduksi rotary kiln yang bertujuan untuk menghilangkan sisa kadar air sekitar 20% - 25% yang masih terkandung setelah mengalami proses pengeringan dari rotary dryer hingga mencapai 0%. Suhu optimal dari produk kalsin dijaga dari 680oC – 750oC. Proses pengeringan lebih lanjut di rotary kiln memiliki tujuan untuk menghindari terjadinya ledakan pada saat produk kalsin memasuki proses selanjutnya dalam electric furnace serta menghemat energi dari electric furnace.
Dalam proses kalsinasi terdapat faktor yang mempengaruhi suhu kalsin. Penelitian ini menentukan variabel yang diuji yaitu variabel terikatnya merupakan suhu kalsin dan variabel-variabel bebasnya adalah jumlah bijih dan jumlah serbuk batubara. Penelitian ini menggunakan metode pengolahan data dengan Identifikasi Variabel Koefisien Determinasi dan Analisis Regresi Linear Berganda.
Penelitian ini juga menggunakan metode analisis regresi linear berganda, sehingga didapatkan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = (627,948) + 0,7276X1 – 8,0843X2. Hal ini menunjukkan, nilai suhu kalsin awal jika semua variabel jumlah bijih dan serbuk batubara tidak mengalami perubahan, maka didapatkan nilai suhu kalsin sebesar 627,9468oC. Sehingga, jika variabel terikat (suhu kalsin) ingin ditambahkan maka dilakukan penambahan penggunaan jumlah bijih sehingga suhu kalsin akan bertambah sebesar 0,7276oC. Namun, jika variabel terikat (suhu kalsin) ingin diturunkan maka dilakukan penambahan penggunaan serbuk batubara sehingga suhu kalsin berkurang sebesar -8,0843oC
Kata kunci Metalurgi Rotary Klin Electric Furnace Kalsinasi
Berkas
Belum ada berkas yang diunggah.
Karya terkait
-
2024
STUDI PENINGKATAN REKOVERI EMAS PADA CADANGAN MINERAL SULFIDA DENGAN MENGGUNAKAN PROSES FLOTASI SKALA LABORATORIUM DI PT AGINCOURT RESOURCES
Teknologi Metalurgi Ahmad Shiddiq Tugas Akhir
-
2024
PENGARUH KUAT TEKAN BATUAN SHALE TERHADAP PENENTUAN TIPE CRUSHER YANG OPTIMAL BERDASARKAN DISTRIBUSI FRAKSI UKURAN (P80) DI PT SOLUSI BANGUN INDONESIA PLANT NAROGONG KABUPATEN BOGOR
Teknologi Metalurgi Althaf Alfaradzi Tugas Akhir
-
2024
PENGARUH JUMLAH UMPAN BATUBARA PADA BURNER TERHADAP SUHU BADAN ROTARY KILN DALAM PELEBURAN NICKEL PIG IRON DI SMELTER H PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK
Teknologi Metalurgi Fahri Septiandi Tugas Akhir