Tugas Akhir · Teknologi Geologi
ANALISIS KESTABILAN LERENG PIT 3000 BLOK 30 MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS PT TRUBAINDO COAL MINING, KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR
Abstrak
Analisis kestabilan lereng Pit 3000 Blok 30 dilakukan di PT Trubaindo Coal Mining, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. PT Trubaindo Coal Mining merupakan perusahaan pertambangan batubara
yang menggunakan sistem penambangan terbuka. Semakin bertambahnya kedalaman Pit dan tingginya intensitas kegiatan penambangan dibutuhkan lereng yang stabil. Diperlukan analisis kestabilan lereng untuk menghitung FK berdasarkan standar Perusahaan dan Keputusan Mentri Energi dan Sumber Daya
Mineral No. 1827K/30/MEM/2018. Metode Kesetimbangan Batas Morgenstern-Price dan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb adalah metoda yang digunakan untuk mendapatkan nilai FK dengan bantuan software Slide. Analisis dilakukan pada 6 section terdiri dari section 2, 3 dengan model lereng Highwall section 4, 5, 6 dan 7
dengan model lereng Lowwall. Tipe longsoran pada model lereng Highwall yang digunakan adalah circular dan model lereng Lowwall yang digunakan adalah non-circular. Pada masing-masing lereng tersebut memiliki litologi penyusun yang sama yaitu siltstone, sandy siltstone, silty claystone, clayey siltstone, claystone, carbonasius claystone, coal. Kondisi yang mempengaruhi melalui pembebanan HD 785-7 sebesar 200,00 kN/m2, getaran peledakan sebesar 0,02 g, dan kondisi muka air tanah jenuh menurut Wyllie dan Mah (2004). Pada kondisi beban dipertimbangkan beserta muka air tanah dalam kondisi jenuh, seluruh section lereng memiliki nilai FK (dinamis) yang kurang dari standar perusahaan yaitu 1,2 dan kriteria keparahan longsor tinggi. Section 3, 4, dan 6 telah mencapai FK ≥1,1 sesuai kriteria longsor tinggi, namun masih di bawah standar perusahaan (FK ≥1,2). Nilai FK masing-masing section 2 (1,034), 3 (1,164), 4 (1,110), 5 (0,992), 6 (1,131), dan 7 (0,946). Rekomendasi yang di berikan pada section 3, 4 dan 5 berupa redesign dan penurunan muka air tanah, pada section 2, 6 dan 7 berupa penurunan muka air tanah, sehingga pada section 2 didapatkan FK = 1,212, section 3 memiliki FK = 1,203, section 4 memiliki FK = 1,208, section 5 memiliki FK = 1,204, section 6 memiliki FK = 1,221, section 7 memiliki FK = 1,233.
Kata kunci teknologi geologi muka air tanah
Berkas
Belum ada berkas yang diunggah.
Karya terkait
-
2022
ESTIMASI SUMBERDAYA MINERAL TIMAH ALUVIAL DENGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW) DI AREA PIT ‘X’, DESA MAPUR, KABUPATEN BANGKA, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Teknologi Geologi Airi Rinjani Fatimah Hari Tugas Akhir
-
2022
STUDI PEMODELAN KANDUNGAN SULFUR, ABU DAN KALORI PADA BATUBARA SEAM 4470 DAN 4900 DI BLOK 23 DAN 24 PT. TRUBAINDO COAL MINING KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR
Teknologi Geologi Alvi M. Rerizki Tugas Akhir
-
2022
SIFAT FISIK DAN MEKANIKA BATUGAMPING FORMASI RAJAMANDALA, DI DAERAH TAMBANG PT AKARNA MARINDO, DESA CIPATAT, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Teknologi Geologi Bima Krisna Komsu Tugas Akhir