Tugas Akhir · Teknologi Geologi
ANALISIS KESTABILAN LOWWAL PIT Z BERDASARKAN DESAIN LIFE OF MINE TAHUN 2024 PT PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK BAYA KALIMANTAN TIMUR
Abstrak
Penelitian ini dilakukan di area tambang batubara Pit Z milik PT Pamapersada Nusantara di Kalimantan Timur. Fokus penelitian adalah menganalisis keamanan lereng bagian bawah (Low Wall) tambang berdasarkan geometri desain penambangan jangka panjang perusahaan yang dikenal sebagai desain Life of Mine
(LoM). Dari hasil kajian perusahaan sebelumnya, desain lereng yang awal, yaitu disain LoM yang digunakan saat ini, dinilai tidak aman karena nilai Faktor Keamanan (FK)-nya di bawah standar minimum perusahaan (FK ≥ 1,2). Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk: memverifikasi apakah benar Desain Awal LoM tersebut tidak aman; menentukan tinggi maksimum lereng yang masih aman;
dan memberikan saran desain baru yang lebih aman untuk digunakan.
Penelitian ini yang berfokus pada analisis geometrinya menemukan bahwa desain lereng saat ini memang dalam kondisi tidak aman. Lereng tersebut terlalu tinggi (114 meter) dan terlalu curam (kemiringan 31°–34°), dan kondisi geologi di area tersebut memperbesar kemungkinan terjadinya longsor. Salah satu faktor
utama risiko tersebut adalah keberadaan lapisan batulempung karbonan yaitu lapisan batuan lunak (weak layer) yang bisa menjadi bidang gelincir longsor, yang ditemukan tepat di atas dan di bawah lapisan batubara. Melalui analisis komputer dan simulasi, ditentukan bahwa potensi longsor paling mungkin adalah longsor
bidang, dengan nilai kemungkinannya sebesar 21,43%. Selain itu, penelitian ini menemukan pula bahwa tinggi lereng maksimum yang aman berbeda tergantung lapisan batuannya, yaitu: maksimum 55 meter untuk lapisan OB S62, dan maksimum 60 meter untuk lapisan OB S63.
Sebagai solusi, disarankan desain baru (Desain Baru LoM Pit Z) yang membagi lereng menjadi dua bagian. Bagian pertama, Blok Utara, penambangan hingga lapisan overburden Seam 63, direkomendasikan untuk dibuat dua bench(jenjang), yaitu satu jenjang pada elevasi -35 dari muka tanah setempat (mts) dan
jenjang yang lain pada elevasi +15. Bagian kedua, penambangan hanya sampai batubara Seam 62, dengan satu bench pada elevasi -10. Dengan desain baru ini, diharapkan kegiatan penambangan dapat dilanjutkan dengan risiko longsor yang jauh lebih kecil dan sesuai standar keselamatan perusahaan.
Kata kunci teknologi geologi low wall
Berkas
Belum ada berkas yang diunggah.
Karya terkait
-
2022
ESTIMASI SUMBERDAYA MINERAL TIMAH ALUVIAL DENGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW) DI AREA PIT ‘X’, DESA MAPUR, KABUPATEN BANGKA, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Teknologi Geologi Airi Rinjani Fatimah Hari Tugas Akhir
-
2022
STUDI PEMODELAN KANDUNGAN SULFUR, ABU DAN KALORI PADA BATUBARA SEAM 4470 DAN 4900 DI BLOK 23 DAN 24 PT. TRUBAINDO COAL MINING KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR
Teknologi Geologi Alvi M. Rerizki Tugas Akhir
-
2022
SIFAT FISIK DAN MEKANIKA BATUGAMPING FORMASI RAJAMANDALA, DI DAERAH TAMBANG PT AKARNA MARINDO, DESA CIPATAT, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Teknologi Geologi Bima Krisna Komsu Tugas Akhir